BANDUNG – Direktorat Penjaminan Mutu dan Akreditasi (PMA) Universitas Bhakti Kencana (UBK) sukses menyelenggarakan agenda penting berupa Progress Report Monitoring dan Evaluasi (Monev) Akreditasi secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa, 19 Mei 2026. Pertemuan strategis ini mempertemukan jajaran pimpinan universitas, tim pendamping PMA, serta perwakilan berbagai program studi (prodi) dari cabang UBK guna memastikan kesiapan dan kelancaran proses akreditasi.

Kegiatan berskala institusi ini dihadiri langsung oleh Rektor UBK, Wakil Rektor 1, Wakil Rektor 2, dan Wakil Rektor 3. Kehadiran lengkap jajaran rektorat ini menegaskan komitmen penuh pihak manajemen universitas terhadap penguatan mutu akademik di setiap lini kampus, baik pusat maupun cabang.

Dalam sambutan pembukanya, Rektor UBK, Bapak Dr. apt Entris Sutrisno, MHKes memberikan arahan bagi seluruh peserta yang hadir. Beliau menekankan bahwa proses pencapaian mutu tertinggi tidak dapat diraih secara instan maupun individual.

“Monev akreditasi ini butuh tenaga, effort, dan kekompakan dari semua pihak,” tegas Rektor dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Rektor menjelaskan bahwa agenda progress report ini dirancang sebagai instrumen pengawasan yang konstruktif, bukan sebuah tekanan struktural.

“Kegiatan ini bisa menjadi peran penting dan ruang melihat progress yang sedang berjalan dan hambatan dapat diminimalisir. Bukan sebagai beban sesaat sebelum penilaian, tapi jadi budaya mutu. Akreditasi bukan tujuan akhir, tapi perjalanan ke arah mutu yang lebih baik dengan harapan Akreditasi Universitas Bhakti Kencana unggul semua,” tambah beliau.

Senada dengan Rektor, Direktur PMA UBK, Ibu Nur Intan Hayati, M.Kep., dalam sambutannya memandang proses akreditasi sebagai sebuah kontinitas yang dinamis. Menurutnya, penjaminan mutu tidak boleh berhenti ketika sebuah predikat telah diraih.

“Akreditasi ini perjalanan yang tidak berhenti, tapi untuk mempertahankan kualitas mutu. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan motivasi untuk meningkatkan mutu, sehingga hambatan dapat diminimalisir dan diselesaikan,” ujar Ibu Nur Intan Hayati.

Beliau juga memaparkan visi besar di balik ketatnya proses pengawalan mutu ini, yang bermuara pada kualitas luaran institusi. “Harapannya, lulusan UBK menjadi lulusan yang unggul, profesional, dan berdaya saing di dunia kerja,” pungkasnya.

Masuk pada sesi inti, teknis pelaksanaan progress report dilakukan secara interaktif dan terstruktur. Setiap program studi mempresentasikan laporan perkembangan terkini serta memetakan berbagai kendala operasional yang dihadapi di lapangan. Laporan tersebut langsung ditanggapi oleh Tim Pendamping dari PMA guna merumuskan solusi taktis dan strategis.

Untuk memastikan pendampingan berjalan optimal dan spesifik, prodi-prodi dari berbagai cabang dibagi ke dalam beberapa klaster pendampingan sebagai berikut:

  • Room 1: Didampingi oleh Ibu Nur Intan Hayati, M.Kep.
    • Program Studi S1 Tata Kelola Administrasi (STKA)
    • Program Studi D3 Kebidanan Serang
  • Room 2: Didampingi oleh Pak Dziqry Muhammad Haikal, S.M.
    • Program Studi S1 Keperawatan
    • Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Pusat
  • Room 3: Didampingi oleh Bu Sri Wulan Megawati, M.Kep.
    • Program Studi D3 Keperawatan Garut
    • Program Studi D3 Kebidanan Tasikmalaya
    • Program Studi S1 Keperawatan Tasikmalaya
  • Room 4: Didampingi oleh Bu Yuyun Sarinengsih, M.Kep.
    • Program Studi D3 Keperawatan Jakarta
    • Program Studi D3 Kebidanan Subang

Melalui pemaparan langsung ini, tim pendamping PMA dapat memberikan arahan yang tepat sasaran sesuai dengan karakteristik hambatan di masing-masing wilayah cabang. Diskusi dua arah ini diharapkan mampu mengurai benang kusut administratif maupun teknis, sehingga kelak saat monev akreditasi formal berlangsung, seluruh program studi di bawah naungan Universitas Bhakti Kencana siap melangkah mantap menuju “Unggul”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *